Maklumat Semasa

23 November 2009

Hari Anugerah Kecemerlangan SK. Gangsa 2009











Saksikanlah persembahan dari murid-murid pendidikan khas SK. Gangsa Tahun 2009

video

15 November 2009

Syaitan pun terkejut


Assalaamualaikum warahmatullah... wabarakaatuh. Tazkirah buat semua... . Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan solat, maka syaitan pun sambil tersenyum , "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan solat, syaitan tersenyum lebar sambil membatin, " Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"

Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam... ... Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu. Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik.

Ia rupanya tidak dapat menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sahabat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"

Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?". "Aku takut

!", jawab syaitan dengan suara gemetar. "Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, iaitu ketika menolak disuruh sujud pada "Adam", telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari

ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah).
Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu

07 November 2009

Kisah Teladan: Tikus Selamat Yang Lain Jadi Mangsa

Assalamualaikum warahmatullah… sahabat-sahabat sekalian, kisah ini saya petik dari laman soleh.net. Kisahnya tentang kehidupan seekor tikus yang cemas apabila melihat tuan punya rumah di mana ia tinggal membeli sebuah perangkap tikus. Saya yakin kisah ini adalah kisah rekaan namun banyak pengajaran dan I’tibar yang dapat kita kongsikan bersama. Apa kaitan perangkap tikus tersebut dengan haiwan-haiwan lain? Mungkin kita berfikir tiada kaitan langsung, tapi kisah ini menceritakan sebaliknya. Begitulah juga kehidupan kita sebagai makhluk Allah bernama manusia, ada ketika sesuatu perkara yang kita jangkakan tiada kaitan dengan kehidupan kita… sebenarnya amat hampir dengan kita. Kalau seekor tikus berasa cemas dengan ‘kehadiran’ perangkap tikus.. sedangkan belum tentu ia menjadi mangsa kepada perangkap tersebut……. apakah kita tidak merasa cemas dengan mati yang pasti sedang menanti kita??.. Fikir dan renungkan bersama.

-------------

Sepasang suami dan isteri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan gelagat sambil menggumam, “hmmm… makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar agaknya?”
Ternyata, yang dibeli oleh petani hari itu adalah perangkap tikus. Sang tikus naik panik bukan kepalang.

Ia bergegas lari ke sarang dan bertempik, “Ada perangkap tikus di rumah! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!”

Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak, “Ada perangkat tikus!” Sang Ayam berkata, ” Tuan Tikus, Aku turut bersedih tapi ia tak ada kena-mengena dengan aku.”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor kambing sambil berteriak seperti tadi. Sang Kambing pun jawab selamba, “aku pun turut bersimpati, tapi tidak ada yang boleh aku buat. Lagi pun tak tak ada kena-mengena dengan aku.”

Tikus lalu menemui lembu. Ia mendapat jawapan sama. “Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali. Takkanlah sebesar aku ni boleh masuk perangkap tikus?”

Dengan rasa kecewa ia pun berlari ke hutan menemui ular. Sang ular berkata, “Eleh engkau ni. Perangkap tikus yang sekecil itu takkanlah nak membahayakan aku.”
Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara berdetak perangkap tikusnya berbunyi menandakan umpan dah mengena. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang jadi mangsa. Buntut ular yang terperangkap membuatkan ular itu semakin ganas dan menyerang isteri pemilik rumah.
Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, isterinya tidak sempat diselamatkan. Si suami pun membawa isterinya ke klinik berhampiran. Beberapa hari kemudian isterinya sudah boleh pulang namun tetap sahaja demam.

Isterinya lalu minta dibuatkan sup kaki ayam oleh suaminya kerana percaya sup kaki ayam boleh mengurangkan demam. Tanpa berfikir panjang si Suami pun dengan segera menyembelih ayamnya untuk dapatkan kaki buat sup.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Banyak sungguh orang datang melawat jenazahnya. Kerana rasa sayang suami pada isterinya, tak sampai hati pula dia melihat orang ramai tak dijamu apa-apa. Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih lembunya untuk memberi makan orang-orang yang berziarah.

Dari kejauhan, Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat perangkap tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Begitulah kisahnya. Jadi pengajarannya, jika suatu hari, anda mendengar seseorang dalam kesusahan dan anda pula mengira itu bukan urusan anda, fikirkanlah sekali lagi.

Wallahu a’lam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...